Larik Pena 1# SELAMAT HARI BUKU NASIONAL
# Larik Pena 1
Dalam menghadapi evaluasi akhir Semester Genap seperti ini, otomatis
tugas saya sebagai seorang guru adalah mengevaluasi Kompetensi Dasar yang sudah diajarkan dan yang belum sempat diajarkan karena adanya Pandemi Covid-19. Alhamdulillah seluruh Kompetensi Dasar kelas XI tempat saya mengajar sudah selesai diajarkan, kompetensi terakhir dilaksanakan secara online dan sekarang peserta didik sedang menghadapi Penilaian Akhir Semester Genap. Seperti kita ketahui,
dampak Pandemic Covid-19 telah merambah ke dunia pendidikan. Pemerintah
Pusat hingga Pemerintah Daerah
mengeluarkan kebijakan sebagai upaya
pencegahan meluasnya penularan dan memutus mata rantai virus corona tersebut. Peserta didik diwajibkan belajar dan menempuh tes akhir semester dari rumah melalui daring/ jarak jauh.
Pendidikan difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, atau aktivitas.
Pada
prinsipnya pembelajaran daring atau e-learning adalah memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi untuk pembelajaran jarak jauh. Maka, tugas guru dalam memotivasi
dan menggerakkan pembelajaran dari rumah juga harus bervariasi sesuai minat dan
kondisi masing-masing, serta bukti atau produk aktifitas belajar dari rumah harus
bisa diberi umpan balik oleh guru, misal
secara kualitatif. Dengan demikian, guru harus memperbesar kapasitas diri untuk
investasi waktu, energi, dan mengolah dapur kreatifitasnya bagi mereka. Guru
harus siap membangun daya tarik dan minat belajar, memberi materi yang luar
biasa dan mudah dipraktekkan serta berperan sebagai sahabat pembelajar untuk
membuat peserta didik bahagia, mau
belajar asik, tidak membosankan dan tentunya “tetap di rumah saja”. Berbagai
macam model pembelajaran online / daring saat ini merebak, dengan perangkat
computer/ gadget. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah jaringan internet
untuk menghubungkan perangkat guru dan peserta didik sehingga “interactive”. Kita
patut bersyukur dengan berbagai aplikasi untuk menfasilitasi pembelajaran. Berbagai
macam aplikasi yang ditawarkan untuk membantu koneksi dua arah, sudah banyak diterapkan. Seperti contoh whattapp group, yang sudah biasa digunakan untuk tukar informasi antar guru, guru dengan
peserta didik atau guru dengan orang tua. Aplikasi yang lainnya adalah Google Classroom, Edmodo, Quizzi, Zoom Cloud,
kinemaster, telegram group dan masih
banyak lagi. Guru harus mampu berkreasi , merancang, meramu materi sehingga
tersampaikan dan dimengerti, dipahami dan bisa diterapkan peserta didik dengan
antusias.
Pada awalnya, aplikasi sederhana saja saya rasa sudah sangat membantu, dan selanjutnya dalam proses belajar dan menambah pengetahuan. Manfaat lain dengan model daring
atau e-learning ini adalah pengalaman
belajar peserta didik yang lebih praktis dan menyenangkan, pendekatan yang
lebih personal kepada setiap peserta didik, performa peserta didik lebih mudah
dipantau, dan lebih fleksibel karena lokasi bukanlah faktor penghambat. Sebagai
agen pembelajaran, kita berusaha untuk memberikan yang terbaik.
Banyak pelatihan daring yang dikhususkan.untuk meningkatkan kemampuan guru khususnya dalam pengembangan metode belajar melalui online. Bertepatan hari ini yang diperingati sebagai Hari Buku Nasional, ada hal paling menarik yang penulis rasakan yaitu ketika penulis bergabung mengikuti "Pelatihan Belajar Menulis dan Menerbitkan Buku oleh PGRI" yang dipandu oleh OmJay (Bapak Wijaya Kusumah) dan kawan kawan. Bagaimana semangatnya OmJay memotivasi dan membagi pengalaman kepada seluruh peserta untuk gemar menulis dan menerbitkan dalam bentuk buku. dan membuat kita sangat antusias berguru pada Beliau. Materi Pelatihanpun kaya warna, kaya rasa, sangat komplit dan menarik.
Pertama tama , Senin, 11 Mei 2020, kami diperkenalkan penggunaan media pengajaran dan pembelajaran dengan Cisco Webex yang disampaikan oleh Bapak Eka Septian Singgih dengan moderator ibu Kartika Paramita melalui Webex Meeting. Bagaimana seluk beluk, keuntungan dan fasilitas yang ada dalam media tersebut.
Kemudian pada pelatihan berikutnya, disampaikan materi tentang Story Telling atau mendongeng oleh Bapak Budiman Sakim. Ternyata dongengan orang tua yang kita dengar saat kita masih kecil bagi sebagian orang akan selalu teringat walaupun sudah berpuluh tahun lamanya. Penyampaian pesan melalui cerita ternyata memang cara terbaik dan bercerita juga cara Tuhan dalam menyampaikan pesan kepada umatnya. Ciri sebuah story telling adalah kekuatan pada cerita. Maka, berdasarkan fakta ini, membuat para pakar marketing berpikir untuk menjadikan Story Telling sebagai strategi marketing. . Brand (apa yang orang ceritakan) yang ada pada marketing pada dasarnya ada 3 yaitu rough selling, hard selling , soft selling dan covert selling. Story telling ada diantara soft selling dan hard selling. Jadi diharapkan, story telling komunikasinya halus, elegan namun mampu mendapatkan share sebanyak mungkin seperti covert selling sehingga pembaca mempunyai pengalaman menarik. Secara intuisi, kita harus bisa menciptakan strategi marketing keren dan penulis dituntut mahir memindahkan dongeng kedalam tulisan.
Pada pelatihan berikutnya, Selasa, 12 Mei 2020 materinya adalah Berbagi Pengalaman mengenai Inovasi Pembelajaran di Ajang Nasional yang disampaikan oleh Bapak Arif Darmadiansah. Beliau adalah guru Biologi yang mengabdi di Alor NTT yang mengikuti inobel pertama tahun 2016. Fokus karyanya adalah ide inovasi menjadi sebuah produk media dan bahan ajar yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran kemudian karena berhasil dipraktekkan, ditulis dalam sebuah karya ilmiah dan ikut kompetensi. Pak Arif mengenalkan kepada kita 3 macam karya yaitu PTK, eksperimen atau pengembangan (R&D). Pengalaman beliau, tahun 2016 masuk 100 finalis (SMA dan SMK). Saat itu Beliau melewati 3 tahapan tes babak final yaitu tes tertulis (paedagogik 100 PG), tes presentasi dan laporan hasil penelitian. Karena tempat mengajar pak Arif yang sangat terpencil dengan minim sarana prasarana, beliau terinspirasi membuat proyektor hologram 3d (dari mika tutup CD kemudian akrilik) untuk menjelaskan invertebrata dibantu HP android untuk penayang video/gambar. Metode yang dipakai RnD. Pada tahun 2018, Pak Arif mengikuti lomba kembali dengan tema Mikroskop lensa laser tenaga Surya untuk belajar struktur tumbuhan.
Kemudian, pelatihan selanjutnya, Rabu, 13 Mei 2020 materinya adalah Menulis di Media Cetak disampaikan oleh ibu Rahmi Wilandari, M.Pd. guru SMA N 21 Surabaya. Beliau menjelaskan jenis tulisan ada yang berupa cerpen, novel, cerbung dan tulisan ilmiah.. Penulis artikel (KTI) dikategorikan sebagai penulis umum dan penulis buku teks dimana membutuhkan wawasan sehingga harus rajin membaca buku atau e-book. Untuk penelitian ada penelitian deskriptif, eksperimen (murni) dan PTK. Bu Rahmi ikut lomba PTK tahun 2013. PTK minimal 2 siklus, namun lebih baik 3 siklus dengan menggunakan 2 variabel yaitu X dan Y. Metode PTK banyak misalnya ceramah, diskusi kelompok atau pemberian tugas, sedang modelnya bisa Cooperative Learning (Think Pair Share, Make a Match dll) , PBL atau PJBL. Sedangkan artikel di surat kabar atau majalah minimal 500 sd 1000 kata.
Selanjutnya, pada pelatihan hari Kamis, 14 Mei 2020, temanya adalah Menulis Opini di Media Cetak oleh Bapak Asep Sapaat. Beliau berbagi pengalaman menulis Opini dan Hikmah di Republika. Menurut beliau, segala aktifitas menulis adalah cara untuk memaknai hal hal yang bisa dilihat, dengar, rasakan dan renungi.. Hambatan setiap orang untuk menulis bisa berupa sulit mengalirnya ide, faktor mood, penguasaan bahasa dan ketrampilan menulis. Kita harus konsisten belajar. Menulis di buku harian adalah cara ampuh membangun kepercayaan dalam menuangkan ide.. Sifat tulisan ada 4 yaitu pribadi tertutup, pribadi terbuka, , publik terbatas dan publik tebuka. Hal ini menentukan kepada siapa tulisan itu ditujukan, tujuan penulisan dan sasaran pembaca. Semua harus punya ruh dan jiwa. Tulisan akan memiliki jiwa saat penulis memiliki visi, melibatkan emosi, luas wawasan, berbagi pengalaman, nalar dan logikanya tepat, dan merupakan hasil perenungan mendalam.. Langkah penulisan yaitu pertama Draft, meliputi menulis bebas, relevan pengalaman, latar belakang ilmu dan pengetahuan, memasukkan data/fakta dan mengembangkan gaya penulisan yang tepat. Kedua Revisi, meliputi membaca ulang naskah seluruhnya, menimbang bahan yang akan dibuang dan memasukkan bahan lain untuk memperkaya tulisan. Ketiga, Menyunting yaitu memastikan tidak ada kesalahan baik tata bahasa, ketelitian data, fakta dan kesantunan termasuk kesalahan elementer. Langkah terakhir yaitu Menerbitkan, yaitu menentukan publikasi tulisan pada media yang tepat serta pembaca yang tepat baik daring atau media cetak. . Faktor nonteknis seperti disiplin menulis, pantang menyerah juga tak berhenti belajarpun sangat penting seperti pengalaman Bapak Asep Sapaat yang sudah konsisten menulis di Republika Online sejak 2007 sebelum menulis rubrik Opini dan Hikmah Republika. Masukan dari redaktur juga sangat berarti agar kualitas tulisan lebih baik dan potensial dimuat di media cetak.
Untuk pelatihan pada hari Jum'at, 15 Mei 2020, OmJay memberi materi langsung dengan tema Ketika Bukumu di Tolak Penerbit Mayor. OmJay memberikan tips untuk tidak putus asa, berlapang dada dan pantang menyerah. Gagal bangkit, jatuh berdiri, bermental tangguh berhati cahaya. Kegagalan awal kesuksesan, dan jangan lupa bergembira belajar kepada orang yang telah sukses menerbitkan buku.. Dengan ditolaknya buku, kita bisa menyusun yang layak jual, biar laku dan menarik pembaca. Belajar dari penolakan, kita harus membaca buku buku best seller dan mempelajari rahasia buku mereka yang laris dibaca pembaca.. Ketika buku ditolak penerbit, teruslah menulis dan jangan berhenti, maka tulisan kita akan semakin tajam, terasah dan layak jual. Pada intinya, yakin pada diri sendiri, menulis bukanlah bakat tapi ketrampilan jadi kalau dilatih tiap hari akan mahir menulis.
Akhir kata, pada pelatihan minggu pertama ini, saya ucapkan terima kasih kepada OmJay atas ilmu yang diberikan yang sangat berguna dan sharing pengalaman sebagai penulis yang sangat bermanfaat sekali kepada kami. Selamat Hari Buku Nasional, 17 Mei 2020
.
Lengkap sekali👍
ReplyDeleteDari ulasan ini nampak bahwa pandemi covid 19 bisa menjadi berkah jika kita mau belajar. Berbicara memang semua orang bisa berbicara namun soal menulis menurut saya tidak semua orang bisa melakukanya, jadi ketika seseorang memberikan ilmunya (om Joy dan rekan) kemudian disambut baik bagi saya ini tipe guru pembelajar seumur hidup. Sangat menginspirasi, tetap semangat dan teruslah menulis. salam
ReplyDelete"Guru harus siap membangun daya tarik dan minat belajar, memberi materi yang luar biasa dan mudah dipraktekkan serta berperan sebagai sahabat pembelajar untuk membuat peserta didik bahagia, mau belajar asik, tidak membosankan"
ReplyDeleteKeren sekali kalimat ini 👍🏻👍🏻👍🏻